Powered by Blogger.

KONGRES BAHASA X DI HOTEL GRAND SAHID JAKARTA

PENGUATAN BAHASA INDONESIA DI DUNIA INTERNASIONAL

Saya akan menceritakan atau tepatnya bercerita pengalaman saya mengikuti Kongres Bahasa X selama 4 hari ditambah 1 hari registrasi peserta.
Hari itu inggu 27 Oktober 2013, aku memang tak ada berminat ketika suami dan anak-anakku mengajak pergi bersama keluarga besarnya. Hari itu aku menunggu ada undangan untuk menghadiri Kongres Bahasa X yang memang aku tunggu-tunggu. Alhamdulillah seorang teman Evaliesti, guru SMA 114 mengajak untuk menemaninya registrasi dan dengan harapan ada tempat kosong untuk aku di Kongres tersebut.
Akhirnya dengan harap-harap cemas, bisa juga aku menjadi peserta Kongres Bahasa X. Isi formulir dan kembalikan untuk besok mengikuti Kongres.
Hari ke-1, Senin 28 Oktober 2013

Hari ini pembukaan Kongres Bahasa X yang dilaksanakan di hotel Grand Sahid Jaya. Kami bertiga, aku, Evaliesti, dan ketua MGMP kami Teh Euis Sulastri sampai di tempat acara pukul 09.00. Untungnya acara belum dimulai masih registrasi dan mencari bangku kosong. Hari itu peserta dan para tamu undangan hampir 2000 orang memadati Puri Agung tempat berlangsungnya acara. Aku dan Teh Euis masih berlari eksana kemari untuk meminta hak kami tas dan makalah kongres yang dijanjikan oleh panitia. Tapi dengan raut kesal setelah kesana kemari mengadu, panitia Kongres mengatakan pada kami bahwa peserta susulan tidak berhak mendapat makalah dan tas kongres! apapula ini kan kami menggantikan peserta yang memang berhalangan. Kemanakan makalah dan tas yang memang seharusnya sudah disediakan panitia kongres untuk semua peserta kongres. Padahal jelas-jelas kami lihat dan bertanya pada panitia apakah banyak peserta yang mengundurkan diri? di setiap kelompok ( ada 8 kelompok di kongres) ada puluhan peserta yang mengundurkan diri. Kesal dan kecewa dengan ulah panitia, akhirnya kami masuk ruang aula Puri agung tempat berlangsungnya acara.
Pembukaan Kongres dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Prof.DR.M.Nuh, ditandai dengan pemukulan gong.
Hari pertama Kongres aku bertemu dengan guru besar UNJ dan Uhamka, ibu Prof Dr. Sabarti Akhadiah. Beliau masih modis saja nih.
Acara di hari pertama dimulai dengan beberap Pleno yang memang belum begitu menarik.Namun acara ini menjadi ajang silahtuahmi para guru dan siswanya. Seperti aku yang bertemu Prof Sabarti, dan berkesempatan mengenal guru dan dosen dari berbagai daerah. Bahkan aku berkesempatan berfoto bersama Uly Sigar Rusadi yang hari itu memboyong pasukan Vini Vidi Vici ujuk kebolehan menyanyikan dua lagu ciptaannya tentang bahasa dan Bangga menjadi orang Indonesia.

Hari ke-2, Selasa, 29 Oktober 2013

Hari ini rombongan kami bertambah satu orang lagi yaitu Uni Marneli seorang guru bahasa Indoensia dari SMA 92 Jakarta. Uni Marneli juga kami paksa datang karena memang namanya sudah kami daftarkans ebagai peserta cadangan.
Jadilah kami hari kedua ini berempat, pasukan dari utara. Acara di hari pertama diawali dengan Pleno yang entah pemakalahnya didengar atau tidak, karena aku lihat peserta seminar banyak yang tidak datang di ruang sidang utama atau Puri agung.

Kebiasaan kalo ada waktu sengang apalagi tempat acara kosong, kami manfaatkan untuk foto bersama. Kapan lagi bisa narcis dan exis yah.


Hari ke-3, rabu 30 Oktober 2013
Hari ketiga aku berangkat dari Sawangan tempat suhu berada. Naik taksi dari rumah pukul 09.00 sampai hotel Grand Sahid pukul 11. Aku tidak langsung ke ruang sidang Pleno tapi mampir dulu di stand UKBI yang dijaga oleh Ibu Eva, karyawan Badan Bahasa yang mewadahi UKBI. Berbincang tentang pelaksanaan UKBI yang akan kami selenggarakan di SMPN 266 nanti.
hari ketiga ini bertambah personil kami Mamah Dedeh Turidah, guru SMA 83. seru kalau ada guru yang satu ini.
Hari ketiga ini, kami merencanakan untuk merasakan kemegahan hotel sahid,. Yah kami berempat akan menginap disini dengan cara patungan. hahahah seru sekali menginap di hotel bintang 5.





Hari ke-4 , Kamis 31 Oktober 2013

Hari ini kami berangkat dari kamar tempat hotel kami menginap yaitu :GRAND SAHID JAYA. Hotel bintang 5 yang harga sewanya Rp 1.270.000/ malam. Kalau untuk bayar sendiri malas sekali hanya untuk numpang tidur harus membayar semahal ini. Tapi apapun itu hidup harus dinikmati, walau kantong habis terkuras.
Menu makan pagi yang kaya dan juga bervariasi, ada bubur ayam, omelet, roti keju, air mineral, orange jus, dan buah-buahan yang akahirnya dua apel dan satu belimbing masuk tas aku. hahahahahahha kebiasaan .

No comments:

Post a Comment