PROBLEMA FILSAFAT ILMU

PENGERTIAN FILSAFAT ILMU, LINGKUP FILSAFAT ILMU
DAN PROBLEM FILSAFAT ILMU



I. PENGETIAN FILSAFAT ILMU

Filsafat ilmu adalah cabang filsafat yang membahas masalah ilmu.
Tujuannya mengadakan analisis mengenai ilmu pengetahuan dan cara bagaimana pengetahuan ilmiah itu diperoleh.
Jadi filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara untuk memperolehnya.
Istilah lain dari filsafat ilmu adalah theory of science (teori ilmu), dan science of science (ilmu tentang ilmu).
Rosenberg menulis � Philosophy deals with two sets of questions: First, the questions that science � physical, biological, social, behavioral �. Second, the questions about why the sciences cannot answer the ?rst lot of questions�.
Dikatakan bahwa filsafat dibagi dalam dua buah pertanyaan utama, pertanyaan pertama adalah persoalan tentang ilmu (fisika,biologi, social dan budaya) dan yang kedua adalah persoalan tentang duduk perkara ilmu yang itu tidak terjawab pada persoalan yang pertama. Dari narasi ini ada dua buah konsep filsafat yang senantiasa dipertanyakan yakni tentang apa dan bagaimana. Apa itu ilmu dan bagaimana ilmu itu disusun dan dikembangkan. Ini hal sangat mendasar dalam kajian dan diskusi ilmiah dan ilmu pengetahuan pada umumnya.yang satu terjawab oleh filsafat dan yang kedua dijawab oleh kajian filsafat ilmu.
Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia. Filsafat ilmu merupakan suatu bidang pengetahuan integrative yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal-balik dan saling-pengaruh antara filsafat dan ilmu.
Filsafat ilmu merupakan penerusan pengembangan filsafat pengetahuan. Objek dari filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan. Oleh karena itu setiap saat ilmu itu berubah mengikuti perkembangan zaman dan keadaan. Pengetahuan lama menjadi pijakan untuk mencari pengetahuan baru.
Filsafat ilmu dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Filsafat ilmu dalam arti luas: menampung permasalahan yang menyangkut hubungan ke luar dari kegiatan ilmiah, seperti:
? Implikasi ontologik-metafisik dari citra dunia yang bersifat ilmiah;
? Tata susila yang menjadi pegangan penyelenggara ilmu
? Konsekuensi pragmatic-etik penyelenggara ilmu dan sebagainya
b. Filsafat ilmu dalam arti sempit : menampung permasalahan yang bersangkutan dengan hubungan ke dalam yang terdapat di dalam ilmu, yaitu yang menyangkut sifat pengetahuan ilmiah, dan cara-cara mengusahakan serta mencapai pengetahuan ilmiah. 
Untuk memahami arti dan makna filsafat ilmu, di bawah ini dikemukakan pengertian filsafat ilmu dari beberapa ahli yang terangkum dalam sejumlah literatur kajian Filsafat Ilmu.( Rizal Muntasyir dan Misnal Munir,2009:49)
  1. Robert Ackerman : Filsafat ilmu adalah sebuah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini yang dibandingakan dengan pendapat-pendapat terdahulu yang telah dibuktikan.
  2. Lewis White Beck : Filsafat ilmu membahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menemukan dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan.
  3. Cornelius Benjamin : Cabang pengetahuan filsafati yang merupakan telaah sistematis mengenai ilmu, khususnya metode-metodenya, konsep-konsepnya dan praanggapan-praanggapan, serta letaknya dalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual.
  4. Michael V. Berry : Penelaahan tentang logika interen dari teori-teori ilmiah dan hubungan-hubungan antara percobaan dan teori, yakni tentang metode ilmiah.
  5. May Brodbeck : Analisis yang netral secara etis dan filsafati, pelukisan dan penjelasan mengenai landasan � landasan ilmu.
  6. Peter Caws : Filsafat ilmu merupakan suatu bagian filsafat, yang mencoba berbuat bagi ilmu apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruh pengalaman manusia. Filsafat melakukan dua macam hal : di satu pihak, ini membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta, dan menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di lain pihak, filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan atau tindakan, termasuk teori-teorinya sendiri, dengan harapan pada penghapusan ketakajegan dan kesalahan.
  7. Stephen R. Toulmin : Sebagai suatu cabang ilmu, filsafat ilmu mencoba pertama-tama menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penyelidikan ilmiah prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola perbincangan, metode-metode penggantian dan perhitungan, pra-anggapan-praanggapan metafisis, dan seterusnya dan selanjutnya menilai landasan-landasan bagi kesalahannya dari sudut-sudut tinjauan logika formal, metodologi praktis, dan metafisika. 
Dari paparan pendapat para pakar dapat disimpulkan bahwa pengertian filsafat ilmu itu mengandung konsepsi dasar yang mencakup hal-hal sebagai berikut:
1) sikap kritis dan evaluatif terhadap kriteria-kriteria ilmiah
2) sikap sitematis berpangkal pada metode ilmiah 
3) sikap analisis obyektif, etis dan falsafi atas landasan ilmiah 
4) sikap konsisten dalam bangunan teori serta tindakan ilmiah 

II. LINGKUP FILSAFAT ILMU
The Liang Gie (2000) menjelaskan tentang lingkup filsafat ilmu dari para filsuf sebagai berikut:
1. Peter Angeles
Menurut filsuf ini, filsafat ilmu mempunyai empat bidang konsentrasi yang utama:
  • Telaah mengenai berbagai konsep, praanggapan, dan metode ilmu, berikut analisis, perluasan, dan penyusunannya untuk memperoleh pengetahuan yang lebih ajeg dan cermat.
  • Telaah dan pembenaran mengenai proses penalaran dalam ilmu berikut struktur perlambangnya.
  • Telaah mengenai saling kaitan diantara berbagai ilmu.
  • Telaah menganai akibat-akibat pengetahuan ilmiah bagi hal-hal yang berkaitan dengan penyerapan dan pemahaman manusia terhadap realitas, entitas teoritis, sumber dan keabsahan pengetahuan, serta sifat dasar kemanusiaan.
2. A. Cornelius Benyamin
Filsuf ini membagi pokok soal filsafat ilmu dalam tiga bidang berikut:
  • Telaah mengenai metode ilmu, lambang ilmiah, dan struktur logis dan system perlambang ilmiah. Telaah ini banyak menyangkut logika dan teori pengetahuan, dan teori umum tentang tanda.
  • Penjelasan tentang konsep dasar, praanggapan, dan pangkal pendirian ilmu, berikut landasan-landasan emperis, rasional, atau pragmatis yang menjadi tempat tumpuannya. Dalam hal ini, banyak hal yang berkaitan dengan metafisika, karena mencakup telaah terhadap berbagai keyakinan mengenai dunia kenyataan, keseragaman alam, dan rasionalitas dari proses ilmiah.
  • Aneka telaah mengenai saling kait diantara berbagai ilmu dan implikasinya bagi suatu teori alam semesta seperti misalnya idealisme, materialisme,monoisme, atau pluralisme.
3. Marx Wartofsky
Menurut filsuf ini, rentangan luas dari soal-soal interdisipliner dalam filsafat ilmu meliputi:
a. perenungan mengenai konsep dasar, struktur formal, dan metodelogi, ilmu
b. persoalan-persoalan ontology dan epistemology yang khas bersifat filsafati dengan pembahasan yang memadukan peralatan analitis dari logika modern dan model konseptual dari penyelidikan ilmiah.
4. Ernest Nagel
Dari hasil penyelidikannya filsuf ini menyimpulkan bahwa filsafat ilmu mencakup tiga bidang luas:
a. pola logis yang ditunjukkan oleh penjelasan dalam ilmu
b. pembuktian konsep ilmiah
c. pembuktian keabsahan kesimpulan ilmiah.
Berdasarkan pendapat di atas kita memperoleh gambaran bahwa filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu, yang ditinjau dari segi ontologis, epistemologis maupun aksiologisnya. Dengan kata lain filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengakaji hakikat ilmu, seperti :
  1. Obyek apa yang ditelaah ilmu ? Bagaimana ujud yang hakiki dari obyek tersebut? Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia yang membuahkan pengetahuan ? (Landasan ontologis)
  2. Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar mendapatkan pengetahuan yang benar? Apakah kriterianya? Apa yang disebut kebenaran itu? Adakah kriterianya? Cara/teknik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? (Landasan epistemologis)
  3. Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral ? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional ? (Landasan aksiologis). 
Dari paparan ini dipertegas bahwa filsafat ilmu itu memiliki lingkup pembahasan yang meliputi: 
1) Komparasi kritis sejarah perkembangan ilmu
2) Sifat dasar ilmu pengetahuan
3) Metode ilmiah
4) Praanggapan-anggapan ilmiah
5) Sikap etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan 
6) cakupan pembahasan landasan ontologis ilmu, pembahasan mengenai landasan epistemologi ilmu, dan pembahasan mengenai landasan aksiologis dari sebuah ilmu.
III. Problema Filsafat Ilmu 
Problem filsafat Ilmu dibicarakan sejajar dengan diskusi yang berkaitan dengan landasan pengembangan ilmu pengetahuan yakni landasan ontologis, epistemologis dan aksiologis. Untuk Telaah tentang problema substansi Filsafat Ilmu, yaitu substansi yang berkenaan dengan: (1) fakta atau kenyataan, (2) kebenaran (truth), (3) konfirmasi dan (4) logika inferensi.
Problem filsafat ilmu dari beberapa filsuf ilmu.
1. B.Van Fraassen dan H. Margenau 
Menurut kedua ahli ini problem utama dlam filsafat ilmu setelah tahun enam puluhan adalah:
a. Metodologi
   Hal-hal yang banyak dibicarakan adalah mengenai sifat dasar dari penjelasan ilmiah, logika penemuan, teori   probabilitas, dan teori pengukuran.
b. Landasan ilmu-ilmu
  Ilmu-ilmu emperis hendaknya melakukan penelitian mengenai landasannya dan mencapai sukses seperti halnya landasan matematika.
c. Ontologi
  Persoalan utama yang diperbincangkan ialah menyangkut konsep substansi, proses, waktu, ruang, kausalitas, hubungan budi dan materi, serta status dari entitas teoritis (The Liang Gie,2000,hlm.78-79)
2. Victor Lenzen
    Menurut filsuf ini ada dua problem dalam filsafat ilmu:
a. Struktur ilmu, yaitu metode dan bentuk pengetahuan ilmiah;
b. Pentingnya ilmu bagi praktik dan pengetahuan tentang realitas. (The Liang Gie,2000, hal.79)
3. The Liang Gie
Menurut filsuf ini problem filsafat ilmu secara sistematis digolongkan menjadi enam kelompok sesuai dengan cabang pokok filsafat.
1. problem epistemologis tentang ilmu;
2. problem metafisis tentang ilmu;
3. problem metodologis tentang ilmu;
4. problem logis tentang ilmu;
5. problem etis tentang ilmu;
6. problem estetis tentang ilmu.
Dari beberapa pendapat mengenai problem filsafat ilmu dapat ditarik benang merahnya, yakni sebagai berikut.
a. Apakah konsep dasar dari ilmu? Maksudnya bagaimana filsafat ilmu mencoba untuk menjelaskan praanggapan dari setiap ilmu, dengan demikian filsafat ilmu dapat lebih menempatkan keadaan yang tepat bagi setiap cabang ilmu. Dalam masalah ini filsafat ilmu tidak dapat lepas dari cabang filsafat lainnya terutama epistemology atau filsafat pengetahuan dan metafisika.
b. Apakah hakikat dari ilmu? Artinya langkah-langkah apakah suatu pengetahuan sehingga pengetahuan mencapai yang bersifat keilmuan.
c. Apakah batas-batas dari ilmu? Maksudnya apakah setiap ilmu mempunyai kebenaran yang bersifat universal ataukah ada norma-norma fundamental bagi kebenaran ilmu.
IV. KESIMPULAN
1. Pengertian Filsafat Ilmu 
? merupakan cabang dari filsafat yang secara sistematis menelaah sifat dasar ilmu, khususnya mengenai metoda, konsep- konsep, dan praanggapan-praanggapannya, serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang-cabang pengetahuan intelektual. 
? filsafat ilmu pada dasarnya adalah ilmu yang berbicara tentang ilmu pengetahuan (science of sciences) yang kedudukannya di atas ilmu lainnya. Dalam menyelesaikan kajiannya pada konsep ontologis,secara epistemologis, dan tinjauan ilmu secara aksiologis. 
? Filsafat ilmu merupakan telaahan secara filsafat yang ingin menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu seperti:
� Obyek apa yang ditelaah ilmu ? (Ontologis)
� Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan berupa ilmu? (epistemologis)
� Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu digunakan ? (aksiologis)
2. Lingkup dan problema substansi filsafat ilmu 
Cakupannya pembahasan tentang problema substansi landasan ontologis ilmu, epistemologi ilmu, dan pembahasan mengenai landasan aksiologis dari sebuah ilmu.
Ruang lingkup filsafat ilmu adalah:
  • Sifat dasar dan lingkupan filsafat ilmu dan hubungannya cabang-cabang ilmu lain.
  • Perkembangan histories dari filsafat ilmu.
  • Unsur-unsur usaha ilmiah.
  • Gerakan-gerakan pemikiran ilmiah.
  • Kedudukan filsafati dari teori ilmiah.
  • Pentingnya pengetahuan ilmiah bagi bidang-bidang lain dari pengalaman-pengalaman soal manusia.
  • Hubungan antara ilmu dengan pengetahuan humaniora.
3. Problem filsafat ilmu
Enam problem atau permasalahan mendasar filsafat ilmu :
1) problem-problem epistimologi tentang ilmu
2) problem-problem metafisis tentang ilmu
3) problem-problem metodologis tentang ilmu
4) problem-problem logis tentang ilmu
5) problem-problem etis tentang ilmu
6) problem-problem estetis tentang ilmu
Filsafat ilmu diharapkan dapat mensistematiskan, meletakkan dasar, dan memberi arah kepada perkembangan sesuatu ilmu maupun usaha penelitian ilmuan untuk mengembangkan ilmu. Dengan filsafat ilmu, proses pendidikan, pengajaran, dan penelitian dalam suatu bidang ilmu menjadi lebih mantap dan tidak kehilangan arah.

DAFTAR PUSTAKA

Bakhtiar, Amsal. 2006. FIlsafat ilmu. Jakart; Raja Grafindo
Gie, The Liang. 2000. Pengantar Filsafat Ilmu. Yogjakarta: Liberty
Ihsan, H.A.Fuad, 2010. Filsafat Ilmu. Jakarta: Rineka Cipta
Mohammad Adib. 2010. Filsafat Ilmu; Ontologi, Epistemologi, Aksiologi, dan Logika Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Muntansyir, Rizal dan Misnal Munir. 2009. Filsafat Ilmu. Yogjakarta: Pustaka Pelajar
Syadali, Ahmad dan Mudzakir. 1997. Filsafat Umum. Bandung: Pustaka Setia
Surajiyo. 2005. Ilmu Filsafat Suatu Pengantar. Jakarta: PT.Bumi Aksara
Suriasumantri, Jujun S. 2001. Filsafat Ilmu ;sebuah pengantar popular.Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
Verhaak, C dkk. 1995. FIlsafat Ilmu Pengetahuan. Jakarta; Gramedia
http://senyum19.multiply.com/journal/item/19
http://rumahlaili.blogspot.com/2009/08/ruang-lingkup-peran-dan-problem-problem.html
http://wwwsahartugas.blogspot.com/2009/10/filsafat-ilmu.html

No comments:

Post a Comment