TRAY OUT UN 2010

SASTRA INDONESIA
Cermati puisi berikut !
Kata Siapa karya Ely Anwar
Manusia setengah Tuhan ! Kata siapa?
Manusia setengah malaikat kata siapa?
Manusia seperti nabi kata siapa?
Manusia penghapus dosa! kata siapa?
Manusia Waliyullah kata siapa?
manusia yang suci kata siapa/
Manuisia yang serba tahu kata siapa?
Manusia petunjuk umat kata siapa?
Manusia guru bangsa kata siapa?
Manusia serba tahu di atas
Manusia yang serba tahu yang maha tahu?
Manusia serba bisa di atas yang maha bisa?
Astagfirullah al azim! Astaqfirullah al azim! astagfirullah al azim
Pujalah Dia yang pantas dipuja
Sembahlah Dia yang pantas disembah
Sembahlah Dia yang pantas disembah
Sujudlah pada-Nya karena kita pantas sujud pada-Nya
bukan yang lain selain dari-Nya

1. isi puisi tersebut mengenai Allah, maka senantiasa memuja kehebatan dan keagungan Allah
2. Puisi tersebut banyak mengulang kata-kata atau menggunkan majas "REPETISI"
3. bentuk puisi tersebut adalah bentuk puisi kontemporer
Dalam salah satu Gurindam yaitu : " Hendaklah memegang amanat buanglah khianat, artinya jika memagang amanat, hendaklah tidak khianat.
perhatikan Puisi berikut yang menggunakan "majas personifikasi"
Matahari (Lintang Sugianto)
Dalam panjangnya hari
Ada laut yang kusebut sepi
Tergopoh-gopoh sekujur tubuh langit
....................................
Ungkapan/ makna "Dalam Termangu" dalam puisi berikut adalah "Keadaan tidak menentu"
Doa
Tuhanku
dalam termangu
aku masih menyebut namaMu

Sudut Pandang orang ketiga serba tahu
Contoh :
Ayah masih saja pendiam. Sering bertanya pada diri sendiri: mengapa ayahku begitu pendiam? apakah ia sedang mengalami ujian.....

Sudut Pandang"Orang pertama Pelaku utama"
Contoh :
"Umi papa ikhlas dunia akhirat tidak Umi urus dan Umi perhatikan asal Umi ikhlas dalam melaksanakan tugas sebagai Guru dan pendidik.Umi jangan Umi mengharapkan imbalan di dunia tapi jadikanlah tabungan Umi untuk akhiratkelak dengan menjadi guru"
"iya ..Pa.." aku jadi malu pada suamiku. suamiku benar-benar menguatkan imanku, batinku dan perasaanku.
Latar suasana adalah keadaan perasaan tokoh utama atau keadaan alam sekitar. latar suasana yang tampak adalah suasana sedih dan malu.
Amanat yang terkandung dalam kutipan cerpen di atas adalah pesan pengarang mengenai peran istri " Istri harus memperhatikan keadaan suami di samping tugasnya,"

Amanat adalah pesan pengarang dalam cerita
baca kutipan berikut :
Adapun permusuhan, Tuanku, begitu pula persahabatan, " jawab pendeta Baidaba."Tiadalah kekal selama-lamanya. Kadang-kadang permusuhan berubah jadi persahabatan dan kadang-kadang kebalikannya. Tiap-tiap perubahan itu tentu ada sebabnya. Oleh sebab itu, orang yang cerdik tiada segan berdamai dengan musuhnya kalau ada keperluannya, tiada malu mengharap pertolongan musuh untuk mengelakkan bahaya atau merebut yang diingini.(Hikayat Kalilah dan Dimnah)
membaca hikayat di atas isi yang terkandung dalam cerita tersebut adalah :Tiap-tiap perubahan dalam hidup ada sebabnya.
amanat yang terkandung adalah Orang yang cerdik adalah orang yang bisa menempatkan diri

BAHASA INDONESIA
1. Penulisan uraian identitas pelamar harus menggunkan huruf kecil, contoh :
nama ; Siti Amalia
tempat,tanggal lahir : Jakarta, 31 Desember 1990
alamat : Jalan Swasembada Timur V Nomor 10
pendidikan : S 1 Bahasa Indonesia
2. Atas perhatian dan Budi baik Bapak, saya menghaturkan banyak terima kasih.
perbaikannya adalah : atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih
3. kata baku artinya kita tidak menggunakan kata dialek daerah, misalnya kata: Nggak = tidak, aja = saja
perhatikan kalimat yang tidak baku berikut : "Kepada para siswa diharapkan mentaati segala aturan yang telah ditetapkan di sekolah ini"
Perbaikannya : "Para siswa diharapkan menaati segala peraturan yang telah ditetapkan di sekolah ini"
4. Paragraf generalisasi adalah paragraf yang menarik kesimpulan secara umum cirinya menggunkan jkata jadi, misalnya : "Jadi uang dapat bermanfaat sesuai dengan keperluan masing-masing orang"
5. Penulisan catatan kaki berbeda dengan penulisan daftar pustaka. dalam catatan kaki nama pengarang tidak dibalik, dan mengikuti kaidah yang disyaratkan , contoh :
Suroto dkk.Bahasa Indonesia.(Jakarta : Galaksi Puspa Mega,2001), hal. 294
Daftar Pustaka. contoh penulisan:
Nauman,Indra Jaya. 2008. Penuntun Mengenali, Memahami, dan menghargai Puisi. Yogyakarta: Adicita.
6. Silogisme dan Entimen
ingat rumusnya: PU = A = B. PK C = A, K = C = B, dan entimen C = B karena C = A
contoh
A = Masyarakat DKI Jakarta
B = merayakan tahun baru di Monas
C = nama orang misanya Zaky
jadi = Masyarakat DKI Jakarta merayakan tahun baru di Monas
Zaky masyarakat DKI Jakarta
Zaky merayakan tan baru di Monas

Entimen ?????
7. Frase
Masih ingat tentang frase?
hal yang harus dilakukan adalah mencari pola kalimatnya yah?
contoh :
Anita sedang membaca buku pelajaran di perpustakaan
Frase : sedang membaca, buku pelajaran, dan di perpustakaan
Frase verbal : frase kata kerja ingat Verb!!
contoh : Baskoro lama membisu di kuburan ibunya.
Frase adjektif : frase kata sifat
contoh : Rambutnya "terlihat lusuh" dan "sangat kusut" . Tas hitam di punggungnya seperti bahan yang memberatkannya
Frase atributif berimbuhan : frase salah satu kata pelengkap yang berimbuhan. contoh : Kami gemar membaca cerita bersambung : Frase atributif berimbuhannya : "Cerita bersambung"

8. Klausa utama dan Klausa bawahan dalam kalimat majemuk
Klausa utama atau kalimat tunggal
contoh :
Pemerintah juga mengakui bahwa pemanfaatn hasil kekayaan alam Provinsi Papua belum dimanfaat secara optimal untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat asli.
klausa utamnya adalah : Pemerintah juga mengakui
9. Penulisan kata serapan :
penulisan kata serapan disesuaikan dengan lafal kita misalnya kata Kuitansi
contoh dalam kalimat : Kita menyadari bahwa kondisi bangsa yang "heterogen" dan "pluralis" memerlukan pendekatan dan metode yang sangat "komprehensif" untuk membangun bangsa kita yang besar.

No comments:

Post a Comment