My Happy Birthday



Happy Birthday for Me... 10 Maret 2009

I was forty years old today

Selasa 10 Maret 2009, tepat usiaku penuh 40 tahun. Angka nol di belakangnya menandakan bahwa aku sudah beranjak akan senja, jadi.... kedewasaan, kepedulian, kesabaran, dan juga keimanan mesti full. Subuh tadi setelah sholat aku memohon pada-Nya agar selalu diberikan kesabaran yang lebih banyak dari pada tahun-tahun sebelumnya. Karena kesabaran yang aku punya masih terlalu sedikit. Aku juga memohon kepada-Mu agar keimananku dipertebal diberi kemudahan agar aku bisa menunaikan kewajibanku sebagai muslim menginjakkan kaki di tanah suci. Aku rindu panggilan-Mu Ya Rabb.. aku ingin bersujud di tanah suci-Mu, aku rindu menatap matahari dan sholat lima waktuku di Masjidil Haram. Memasuki usia 40 keinginan itulah yang paling dalam di hati ini.
Kehidupan yang aku jalani kini bersama keluargaku diberikan kemudahan oleh-Mu, Kau berikan aku semua, tapi rasanya aku belumlah cukup dan mungkin tak akan pernah cukup untuk selalu bersujud di hadapan-Mu ya Allah. Ada rasa yang hampa ketika aku mengingat semua perjalanan hidup ini, penuh dosa dan segala yang Kau benci. Ampunan-Mu selalu kupanjatkan pada-Mu ya Rabbi.. ya.. Allah sekali lagi di usia ini berikan keimanan yang cukup, berikan aku keimanan yang akan mengubur semua dosaku selama bertahun-tahun yang telah aku perbuat agar aku selalu ingat akan perintah dan larangan-Mu.
Ya... Rabbi rasanya aku belum cukup diberikan kesabaran, aku memohon pada-Mu berikan aku kesabaran yang berlebh agar aku dapat membimbing suamiku untuk dekat pada-Mu, agar aku dapat meyakinkan bahwa keimanan yang tinggi mutlak dimiliki oleh pemimpin keluarga agar dapat membawa dan membimbing istri serta anaknya untuk selalu dekat dengan-Mu. Berikan aku kesabaran yang berlebih agar aku dapat mendidik anak-anakku untuk selalu dekat dengan-Mu.
Ya... Rabbi junjungan hamba begitu banyak yang aku minta, begitu banyak yang aku mohon kiranya Engkau mendengar doaku....

PADAMU AKU BERSUJUD

Tuhanku
Dalam sujudku aku memohon padaMu
Hitam yang tercoreng tak akan pernah kulupa
Kelamnya sikap tak akan pernah kukenang
Tuhanku
Dalam himpun sepuluh jariku aku meminta padaMu
Sirami aku kasihMu
Sejukkan hati agar bisa menerima
Rendam nista agar bisa larut terbuang
Tutup mata dari kepongahan
Tuhanku
Diribaanmu aku bersujud
Jadikan aku manusia
Jadikan aku tamuMu
Berikan kemudahan untuk semua
Tuhanku
Aku lilin yang tinggal setengah
Aku kapas yang mulai menghitam
Aku air yang mulai keruh
Tuhanku
dipintuMu aku bersimpuh

No comments:

Post a Comment