Iedul Fitri 1429 H















LEBARAN ? Minal Aidin Walfaizin � Maaf Lahir dan Batin Yah!
LEBARAN ? Rekreasi bersama Keluarga
LEBARAN ? Mudik Yukkkkkkk........................................................


Iedul Fitri 1429 H, ritual keluarga kami seperti biasa selalu terjadi. Hari terakhir di bulan Ramadhan kami sekeluarga besar H.M.Basin berbuka puasa bersama di rumah orang tuaku. Doa dan pujian kepada Allah SWT kami panjatkan karena kami sekeluarga dapat menyelesaikan Ramadhan dengan sehat dan bahagia. Hidangan untuk merayakan esok hari disajikan. Ada ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng kentang, dan tentu saja kerupuk biar kriuk-kriuk.
Cucu-cucu ibuku yang berjumlah 6 orang berkumpul penuh suka cita menyantap hidangan yang ada.
Pagi ied yang teduh pun kami jelang sholat ied kami lakukan di masjid Jami Al Khoiriyah di daerah kami. Pulang sholat seperti biasa menyambangi tetangga untuk bermaaf-maafan. Setelah itu langsung ke rumah orangtuaku di daerah Cilincing kira-kira 10 menit perjalanan dari rumahku.
Hari ketiga Syawal, kami peruntukkan rekreasi keluarga ke Bandung. Jalanan masih belum padat tapi sesampai di Bandung wah benar-benar padat, macet apalagi di Dago tempat outlet-outlet bertebaran. Walau sudah lebaran tapi masih banyak saja orang yang berbelanja. Kami pun ikut-ikutan berbelanja walau hanya kaos-kaos saja, cukuplah. Niatku makan mie kocok kesampaian juga dengan harga Rp 8000 perut ini sudah kenyang.
Rekreasi kami lanjutkan ke daerah Lembang untuk mandi air panas di Ciater. Sayangnya selama prjalanan buah hatiku, jagoan kecilku Raynaldi demam, muntah-muntah dan benar-benar sakit.
Untungnya sampai Ciater badannya sudah sehat dan kami berkesempatan mandi.

MUDIK KE PALEMBANG- BATURAJA- DUSUN KARANG AGUNG
7 SYAWAL 1429 H


Tahun ini kami berkesempatan pulang kampung, walaupun tidak pas hari raya tapi sudah membuat sibuk juga. Bersama suami kedua anakku, adik ipar dan anakknya Selly, serta adikku Budi beserta istrinya tidak ketinggalan keponakanku Fadli, kami berangkat ke Palembang pada hari Selasa, 7 Oktober 2008. tepat pukul 06.30. berangkat dengan mobil Toyota Yaris kami. Bayangkan 8 orang di mobil sedan sekecil itu plus tas-tas koper bawaan kami. Tapi hanya sampai tempat suamiku kerja di Cikande serang. Setelah itu kami berganti mobil Xenia milik perusahaan suamiku, kali ini nafas kembali lega. Berangkat pukul 10.30 sampai Palembang pukul 01.00, mampir dulu melihat Jembatan Ampera kebanggaan Wong Palembang. berapa jam yah.... kira-kira 15 jam lah. Lumayanlah untuk penyegaran kaki. Malam itu kami berkesempatan mengunjungi Jembatan ampera karena anakku ingin tahu.


Jembatan Ampera di waktu malam penuh cahaya warna-warni indah sekali.


Pagi Rabu, 8 Oktober kami berziarah ke makam nenek dan kakek, setelah itu mengunjungi keluarga bapakku di Dwikora II.
waktu dzuhur kami habiskan di majid Agung Palembang. Wah masjid yang benar-benar agung karena memadukan konsep oriental Cina di sudut-sudut bangunannya. bayangkan saja Beduknya kental dengan ornamen Cina.

Perjalanan kami lanjutkan ke sentra pengrajin songket di sini anakku Raynaldi terkesan sekali dengan cara menenun songket. Antusias sekali dia untuk mengetahui proses membuat kain songket, sungguh pengalaman yang tak akan dilupakan buat anakku. Ia jadi tahu perjuangan sebuah maha karya anak negeri.

Hari Kamis, 9 Oktober kami harus berpisah dengan Palembang karena perjalanan akan kami lanjutkan ke Baturaja tempat adik-adik ibuku tinggal. Perjalanan yang ditempuh selama 4 jam tidak terasa karena sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan pedesaan yang cantik dan mempesona.
Tiba di Baturaja kami langsung menuju dusun Karang Agung karena anakku ingin sekali mandi di sungai. Rasanya tak sabar melihat air sungai yang jernih mengalir. Hingga magrib tiba anak-anakku masih mandi di sungai. Katanya enak sekali mandi di sungai. Nah pengalaman mandi di sungai dan naik rakit menyeberangi sungai untuk ke ladang merupakan pengalaman terindah anak-anakku. Ternyata mudik itu mengasyikkan yah namun bolong juga nih kantong....

No comments:

Post a Comment