Puisi Bullying Siswa SMP 266 Jakarta



Bullying
(karya : Devyana Rianti Ningrum)
Kelas VII.2


Bullying kini jadi berita
Terdengar di mana-mana
Terjadi di setiap masa
Terpampang di sudut harian kota

Semua mengalami
Semua menjalani
Semua mengamati
Semua menghakimi

Namun,
Semua pula yang tak peduli
Untuk menghentikan
Untuk menyudahi
Dan untuk merasa peduli

Bullying jadi legenda
Legenda fisik yang terluka
Legenda moral yang terkoyak
Legenda sosial yang tercabik-cabik

Sepertinya harus waspada
Sepertinya harus dihentikan
Agar tidak lagi dimulai
Agar segera dihentikan
Dengan kunci keimanan
Dengan alat kasih sayang
Dengan sarana persatuan
Karena kita satu naka-anak negeri
Yang ingin bangkit
Dari keterpurukan


Kekerasan
(karya : Devyana Rianti Ningrum)
Kelas VII.2

Himpitan ekonomi
Desakan naluri
Sesaknya moral
Rusaknya peradaban
Pemicu kekerasan
Membuat hidup laksana bara
Membuat hati laksana Sang sangkala

Kacau diri merajalela
Tak kenal siapa di muka
Tak tahu siapa yang ada
Dalam rumah
Sang suami melempar tangan di muka
Sang istri melontar kata kasar di telingga

Anak yang terluka jadi teraniaya
Tertekan dalam hidup penuh amarah
Ada kekerasan di dean mata
Tak kuasa berlari karea tak bis memilih
Hanya airmata penanda gelisah


Masih Ada!

(Karya Shinta Carolin VIII.2)

Kekerasan dalam pendidikan
Kini merajalela
Kekerasan dalam sekolah
Kini makin bergelora

Derai airmata
Jeritan di hati
Tak bisa terungkapkan

Selalu ditindas,
Selalu diacuhkan
Oleh semua yang ikut serta

Tak ada yang suka
Ada yang selalu merasa dikucilkan
Oleh teman-temannya
Ada yang selal dilecehkan
Oleh keadaan

Arogansi Kakak kelas atas nama senior
Lingkungan sekitar atas nama keadaan
Tak ada belas kasih
Tak ada uluran tangan
Karena semua tak berpihak


Tangisan para Pelajar
(karya Yulia Fransisca)


Begitu banyak airmata
Terbuang sia-sia
Kekerasan yang melanda
Awal terpuruknya pendidikan

Pelajar-pelajar yang tak berdaya
Menjadi sasaran keadaan
Begitu banyak nyawa
Melayang karena tak lindungan

Aku hanya bisa berkata
Adakah keadilan untuk mereka yang teraniaya

Mengapa semua itu harus terjadi
Pada pelajar- pelajar kami
Haruskah mereka menerima kekerasan ini

Oh Tuhan
Lindungi pelajar kami
Yang tidak berdaya ini
Ampunilah dosa-dosa yang telah mereka perbuat


Tentang Aku
(Karya Irmawati)

Begitu kejam hidup ini
Sekejam hari-hari yang kukira
Sangat indah malah hari
Yang paling menyakitkan bagiku

Sudah lama kuberharap
Agar semua cepat berakhir
Namun kesakitan ini
Tak kunjung reda


Aku tahu semua ini
Akan berakhir tapi
Kapan - kapan semua
Akan berakhir


Dimana Tempatku?
(Karya Mifta Huljanah)

Dimana aku berada
Disitulah aku melihatnya
Aku seoramg pelajar
Ingin menjadi anak pintar

Tetapi lingkungan ini
Dan sekolah lainpun sama
Terdapat dan terlihat kekerasan
Tetapi itu bukan masalah

Aku akan tetap belajar
Supaya menjadi terpelajar
Semoga menjadi orang pintar
Hingga cita �cita tercapai


Derai Airmata
(Karya Fia Riyana.A VIII.5)

Berderai air matanya
Satu per satu menetes
Membasahi pipinya
Ketika kekerasan menerpa dirinya
Disaat dia menuntut ilmu

Namun apa daya
Dia hanya bisa terdiam
Menatapi kepedihannya
Dan menahan rasa sakitnya

Mengapa kekerasan harus
Menerpa dirinya
Akankah kekerasan akan
Hilang dari hidupnya

Oh� Tuhan
Bantulah dirinya
Agar lepas dari kekerasan ini
Agar dia bisa menuntut
Ilmu dengan tenang

Oh�Tuhan
Ubahlah kekerasan itu
Menjadi sebuah senyuman
Baginya
Untuk s�lamanya


Atas Nama Kekerasan
(Karya Ummi Sulis VIII.2)

Kita sebagai siswa
Sering melihat kekerasan
Baik fisik maupun non fisik
Yang sering terjadi di sekolah

Entah kapan semua itu harus berakhir
Kita semua sebagai generasi muda
Harus menjadi generasi muda
Harus menjaga budaya Indonesia

Bukan dengan kekerasan
Bila hal itu terjadi
Terus menerus
Dan tak pernah berakhir

Maka kita akan
Tercoreng dari mata dunia
Hindarilah kekerasan
Bawalah kedamaian


Dunia Ini Ada Kekerasan
(Karya Dwi Jayanti Nur Rohmi)

Haruskah���.
Kekerasan harus terjadi
Di dalam dunia pendidikan

Haruskah���..
Guru-guru mendidik anak muridnya
Dengan menggunakan kekerasan

Kekerasan yang terjadi
Melalui perkataan maupun fisik
Apakah dengan kekerasan
Mereka bisa mendidik kami

Apakah kekerasan�����
Harus selalu diberlakukan
Baik di dalam pendidikan
Maupun pertemanan����

Seharusnya kekerasan itu
Dapat diberantas
Dan tidak kembali lagi
Ke dalam kehidupan


JERITAN HATI
(Karya : Fitri.A.N)

Hari-hariku begitu mencekam
Tiada hari bagiku
Menakutkan, semuanya itu
Tiada yang mengenakkan

Andai saja tubuh ini
Bisa menjerit pasti dia akan menjerit
Andai saja hati bisa merintih
Pasti dia akan merintih kesakitan

Kapan semua siksaan
Ini berakhir dari rumah
Ku mengadahkan wajah ini
Untuk masa depan yang indah

Namun apa dikata nasibku
Seperti ini, bukan mendapatkan
Pendidikan malah mendapatkan
Walau jalan masih panjang
Terkadang terlintas rasa
Untuk PUTUS ASA


Kecewa
(Karya Diah Ayu Choirunnisa)

Banyaknya��.
Kekerasan di dunia pendidikan
Banyaknya��.
Kekerasan di dalam sekolah

Bercucuran air mata
Para siswa menjerit dalam hati
Kekerasan dalam sekolah
Semakin marak

Kekecewaan para guru-guru
Kekerasan dalam sekolah semakin merata
Kekecewaan orang tua siswa
Kegelisahan orang tua dan siswa semakin menjerit

Akankah kekerasan ini dapat punah?
Akankah kekerasan ini tidak terulang kembali?
Mungkinkah maraknya kekerasan dapat terhindari ?

Ya Tuhan���..Akankah kekerasan ini akan hilang?
Ataukah akan terus berlanjut


HATI YANG TERLUKA
(Karya : Lilis Sri Nurmala Sari)

Niatku ingin menuntut ilmu
Demi masa depanku yang indah
Namun kini
Itu semua terkubur bersama mimpiku

Semua itu tak seperti yang ku kira
Inginnya ku mendapat pendidikan
Malah siksaanlah
Yang kudapat

Kekerasan selalu mendera
Dalam hidupku
Kapan kekerasan
Itu hilang dalam hidupku

Ku ingin semua berakhir
Ingin kulupakan semua
Namun rasa sakit dihati
Tak bisa hilang

Inilah akhir dari
Hati yang terluka
Semoga semua berjalan
Seperti yang kuharap


Ini Kisahku
(Karya : Nevia Shinta)

Senin, 28 Juli 2008 awal aku masuk sekolah aku sangat senang
Aku sangat senang bisa sekolah
Karena aku hanya orang miskin
tidak seperti orang lain yang hidup selalu senang

Setiap hari aku sekolah dengan sepedaku
Yang sederhana tanpa mengenal rasa lelah
Tetap semangat untuk belajar

Aku hanya manusia biasa mempunyai cita-cita
Banyak cobaan yang ku alami yang begitu menyakitkan
Teman-temanku membenciku
Hanya karena aku miskin,
Hampir setiap hari aku menerima kekerasan ,hinaan, dan celaan

Tapi aku harus kuat menahan ini semua
Karena aku tahu
Ini semua pasti
Awal dari keberhasilanku
Aku menjadi orang sukses

Dan aku membela menolong dan membantu
Kaum yang lemah
Agar jangan
Mendapat kekerasan , hinaan dan celaan
Yang seperti aku alami



CAHAYA HIDUP YANG HILANG
(Karya : Dwi Agustiani)

Hilang sudah kebebasanku
Hilang sudah keceriaanku

Kini yang tersisa hanyalah
Hitam pekat dalam hidupku

Entah kemana perginya
Cahaya hidupku
Yang kini ada hanya
Diriku yang tak berdaya
Diriku yang lemah

Aku hanya bisa meratapi hidup
Karena mendapatkan perilaku
Yang tak seharusnya ku dapatkan

Perilaku yang membuatku menjadi begitu sakit
Kekerasan, ya kata yang tepat untuk
Kejadian yang sedang kualami ini


Dalam Dilema
(Karya : Rahmawati)

Dan janganlah�.
Engkau membuat kekerasan
Karena itu merusak pendidikan

Hindarkanlah���.
Kekerasan dalam dunia pendidikan
Dan jadikan pendidikan nomor satu

Janganlah����
Engkau merusak dunia pendidikan
Karena pendidikan sangat penting

Janganlah�����.
Engkau menanam kekerasan
Tanamlah persaudaraan

Dan tanamlah�����
Persaudaraan agar menjadi anak
Yang berguna bagi nusa dan bangsa


KISAHKU
(Karya : Mia Budi Handayani)
Kelas : VIII-2

Hari-hari di sekolah
Begitu indah, seindahnya
Cita-citaku namun semua
Cita-citaku sudah terkubur

Orang yang seharusnya
Memberi pendidikan
Padaku malah siksaan
Lah yang dia berikan padaku

Sakit hati ini bila ku ingat
Apa yang telah dia lakukan
Padaku kapankah penderitaan
Ini akan segera berakhir

Tanda Tanya besarlah
Yang ada dalam hidupku
Sekarang aku ingin semoga
Semua segera berakhir


Stop ! BULLYING
(Karya : Selawati)
Kelas : VIII-2

Oh���.Guru���.ku
Kau adalah pahlawan
Tanpa tanda jasa
Tapi kenapa kau
Melakukan dengan
Kekerasan���..

Jangan kau membimbimg
Kami dgn kekerasan
Kami tahu kau melakukan
Itu kedisiplinan kami

Tapi caramu salah
Itu semua membuat
Kami tertekan

Bahwa����..
Ada yg membuat kami tak berdaya
Kau adalah pelatih dan pembina
Tolong rangkul kami
Dengan kelembutan yang indah


Kita bukan Kita
(Karya M. Rezanesa Descarian)

Jalan ini penuh sesak oleh airmata
Airmata pengiring sahabat tercinta
Laksana lagu ada irama dalam tangisnya
Karena sahabat tak pantas ada di sana

Kau terlanjur ada dan memaksa
Ketika tak kau beri apa yang kau punya
Kau tertegun tak percaya
Ketika tangan kukuh mengangkat wajah
Menghantam dada dan kepala

Tak ada kata untuk menjawab
Tak ada waktu untuk melawan
Tak ada tenaga untuk membalas
Karena dikeliling ada perisai lawan
Membuat ciut nyali diraga

Walau dalam daerah yang berkawan
Semua dibilang atas nama pendidikan
Semua dikata atas nama pembinaan
Pukulan tak pernah diajarkan
Bentakan tak pernah ditugaskan
Hantaman tak pernah dikurikulumkan
Tapi ada ujian
Untuk nilai disiplin dan peraturan


Mau Tauran?
(Karya Adisti Permita)

Pagi ini amatlah cerah
Kubuka jendela dan terbentang suasana
Pagi yang indah untuk semua kawan di dunia
Berpacu menuntut ilmu dan cita

Langkah kita hai kawan
Panjang dan penuh aral
Mari isi dengan segala
Ilmu yang sempurna
Dan bakti untuk negara

Jauhkan hai kawan dari kesesatan
Yang menorehkan luka untuk ibunda
Maukah kawan untuk tauran?
Hal yang tak berguna tak ada dalam cerita
Marilah kawan tinggalkan kekerasan
Ucapkan pada dunia kata yang luar biasa

Say No To Bullying
Karena itu kan sia-sia
Untuk langkah yang kita punya
Untuk martabat bangsa yang tertanam di dada

Kawan
Mau tauran?
Setelah banyak yang hilang
Keriangan,
Kesenangan,
Dan kawan-kawan yang tak bersalah


Kekerasan?!!
(Karya : Tities Putri)


Kekerasan....
Apa yang membuatmu timbul?
Apa yang membuatmu ada?
Apa yang membuatmu merajalela

Orang kejamkah?
Orang gilakah?
Orang tak berpendidikankah?
Orang isengkah?

Seribu satu jawaban kunanti
Karena aku ingin semua ini lenyap
Hilang, pergi, hancur selamanya
Hingga tak ada lagi kekerasan mewabah
Karena kita masih manusia
Jangan sampai berjiwa binatang


Apa peyebabnya?
(Karya : Tities Putri)

Anak-anak kecil kini banyak jadi mangsa kekerasan
Tanpa alasan tanpa penyebab
Mungkinkah kelalaian orangtua
Yang tak memberi ajaran nilai?

Kutanya pada semua yang mendengar
Pada semua yang merasa
Apa penyebabnya?
Karena akan aku catat sebagai doa

Yah doa untuk orang-orang yang di sana
Yang memakai kekerasan sebagai senjata
Agar mereka dapat berhenti
Untuk mengusir kekerasan
Dalam dirinya
Semoga....?

Cerita Pagiku
(Karya : Tities Putri)

Tamaran-tamparan sering singgah di pipiku
Cacian dan makian jadi bumbu sesudahnya
Oleh mereka yang tak suka aku ada
Walau aku tak meminta

Hidup nyaman kini jadi angan
Hidup tentram kini jadi idaman
Karena detik yang kulalui
Harus ditebus dengan makian

No comments:

Post a Comment