Mari Bercinta dengan Tanaman


Dari Gelombang Cinta sampai ke Dollar
Pemandangan yang hijau melapangkan rasa, menyamankan raga, dan tentu saja meneduhkan hati. Itu juga yang ingin kutularkan pada seluruh anggota keluargaku. Rumah kami yang tidak begitu luas halamannya, tanah sepenggal pun sudah tak tampak karena sudah penuh dengan teras keramik untuk parkir mobil. Lahan yang tersedia hanya sedikit dan memerlukan kejelian dan kerajinan untuk menatanya menjadi hijau. Tadinya aku tertarik bertanam karena hanya itu yang bisa membuat rumahku nyaman di tengah polusi udara yang menyesakkan.

Lama-lama suami tercinta ikut-ikutan katanya sih buat investasi mencari bibit anturium dan merawatnya jadi beberapa tahun kemudian harganya pasti mahal,..... sutralah yang penting hobi bertanam jadi hobi keluarga. Apalagi ananda tercinta Raynaldi yang masih kelas V SD sudah antusias bertanya bermacam-macam tanaman yang aku tanam. Sedikit-sedikit anandaku jadi tahu bagaimana merawat dan mencintai tanaman. Suami tercinta membuatkan tempat untuk pot-pot tanamanku dari bambu bertingkat dua. Cukuplah untuk menempatkan beberapa pot-pot tanamanku. Oh Ya di rumah tanaman itu ada yang kubeli, diberi teman, dan ada juga yang comot di teras orang... minta sih tapi nggak ada orangnya... he...he...he... Tiap ke daerah puncak aku pasti menyempatkan diri untuk berbelanja tanaman, ada euforbia kuning, orange, dan merah, ada mawar putih, kuning, dan merah, ada beberapa aglonema,ada adenium warna merah, juga pohon dollar yang sudah beranak pinak. Tidak ketinggalan anturium peliharaan suami yang sudah mulai membesar dengan daun yang hijau mengkilap. Wah pokoknya hari Minggu jadi hari seru buat kami sekeluarga.


No comments:

Post a Comment