SOAL UJIAN BLOK I SASTRA


SOAL UJIAN BLOK I SASTRA KELAS XI BAHASA
1. Bacalah kutipan drama berikut!
Ishak : Aku akan tetap cinta padamu.
Tapi aku tidak dapat berbuat apa-apa.
Satilawati : Perkara cinta jangan disebut juga.
Engkau tahu sendiri, aku cinta pula padamu.Tapi apa maksudmu?
Ishak : Aku tidak mau mengikuti engkau.Artinya engkau jangan menunggu aku.
Kawin saja dengan orang lain.
Satilawati : (berontak) Tapi itu aku tidak mau,tidak bisa, engkau boleh pergi sekarang, tapi lekas kembali.Aku tetap menunggu engkau.
Watak Satilawati dalam drama tersebut adalah ........
2. Satilawati : Engkau Pengarang?
Ishak : (terkejut) Mengapa? ... (mengeluh)� Ah engkau juga
Satilawati : ... sedikit diserang kritik orang, engkau hendak melarikan diri. Untuk menjaga nama supaya jangan merosot. Aku sudah maklum.
Ishak : (sambil menunjuk ke kanan). Pergi dariku. Kau pun boleh memusuhiku. Untuk cita-cita, aku bersedia mengorbankan segalanya.
Unsur intrinsik yang paling menonjol dalam penggalan drama di atas ialah ....
3. Sayem : Kami memang tidak menginginkan bintang. Kami tidak gila dengan kekayaan. Kami inginkan hidup damai penuh kesejahteraan.Kelestarian alam ini, ya desa yang perlu kami jaga. Aku dibesarkan oleh harumnya nasi hasil panen desa ini. Sederhana sekali jalan pikiran kami. Kegotong royongan kami akan hilang, hidup berdampingan kami akan luntur bila ada orang-orang semacam engkau menginjakkan kaki di desa ini.
Hadi : Kau akan mati bersama dengan pendirianmu.
Sayem : Atau sebaliknya engkau akan digilas oleh perbuatanmu?
Dalam penggalan drama di atas, tokoh Sayem mempunyai watak ....
4. Rupanya pesan �Ayah� kepada �Aku� yang ditempatkan pada bagian akhir cerita ini merupakan pesan penting yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca. Apa yang dikatakan �Ayah� kepada �aku� boleh dikatakan cara lain untuk mengatakan, �Janganlah kamu � generasi muda � bekerja untuk Belanda sebab kelak kamu akan terpaksa melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hati nurani dan
kamu akan membenarkan ketidakadilan�.
Unsur karya sastra yang diungkapkan dalam penggalan resensi di atas adalah ....
5. Yang dimaksud dengan teknik Timing dalam drama adalah.....
6. Gerak yang berlebihan atau dikenal dengan istilah over akting dalam drama adalah permainan yang buruk mutunya, mengapa dikatakan demikian ?
7. Baca dan cermati dongeng berikut !
Tukang Sepatu dan Liliput
Dahulu kala, disebuah kota tinggal seorang Kakek dan Nenek pembuat sepatu. Mereka sangat baik hati. Si kakek yang membuat sepatu sedangkan nenek yang menjualnya. Uang yang didapat dari setiap sepatu yang terjual selalu dibelikan makanan yang banyak untuk dibagikan dan disantap oleh orang-orang jompo yang miskin dan anak kecil yang sudah tidak mempunyai orangtua. Karena itu walau sudah membanting tulang, uang mereka selalu habis. Karena uang mereka sudah habis, dengan kulit bahan sepatu yang tersisa, kakek membuat sepatu berwarna merah. Kakek berkata kepada nenek, �Kalau sepatu ini terjual, kita bisa membeli makanan untuk Hari Raya nanti.
Tak lama setelah itu, lewatlah seorang gadis kecil yang tak bersepatu di depan toko mereka. �Kasihan sekali gadis itu ! Ditengah cuaca dingin seperti ini tidak bersepatu�. Akhirnya mereka memberikan sepatu berwarna merah tersebut kepada gadis kecil itu.
�Apa boleh buat, Tuhan pasti akan menolong kita�, kata si kakek. Malam tiba, merekapun tertidur dengan nyenyaknya. Saat itu terjadi kejadian aneh. Dari hutan muncul kurcaci-kurcaci mengangkut kulit sepatu, membawanya ke rumah si kakek kemudian membuatnya menjadi sepasang sepatu yang sangat bagus. Ketika sudah selesai mereka kembali ke hutan.
Keesokan paginya kakek sangat terkejut melihat ada sepasang sepatu yang sangat hebat. Sepatu itu terjual dengan harga mahal. Dengan hasil penjualan sepatu itu mereka menyiapkan makanan dan banyak hadiah untuk dibagikan kepada anak-anak kecil pada Hari Raya. �Ini semua rahmat dari Yang Maha Kuasa�.
Malam berikutnya, terdengar suara-suara diruang kerja kakek. Kakek dan nenek lalu mengintip, dan melihat para kurcaci yang tidak mengenakan pakaian sedang membuat sepatu. �Wow�, pekik si kakek. �Ternyata yang membuatkan sepatu untuk kita adalah para kurcaci itu�. �Mereka pasti kedinginan karena tidak mengenakan pakaian�, lanjut si nenek. �Aku akan membuatkan pakaian untuk mereka sebagai tanda terima kasih�. Kemudian nenek memotongh kain, dan membuatkan baju untuk para kurcaci itu. Sedangkan kakek tidak tinggal diam. Ia pun membuatkan sepatu-sepatu mungil untup para kurcaci. Setelah selesai mereka menjajarkan sepatu dan aju para kurcaci di ruang kerjanya. Mereka juga menata meja makan, menyiapkan makanan dan kue yang lezat di atas meja.
Saat tengah malam, para kurcaci berdatangan. Betapa terkejutnya mereka melihat begitu banyaknya makanan dan hadiah di ruang kerja kakek. �Wow, pakaian yang indah !�. Merek segera mengenakan pakaian dan sepatu yang sengaja telah disiapkan kakek dan nenek. Setelah selesai menyantap makanan, mereka menari-nari dengan riang gembira. Hari-hari berikutnya para kurcaci tidak pernah dating kembali.
Tetapi sejak saat itu, sepatu-sepatu yang dibuat Kakek selalu laris terjual. Sehingga walaupun mereka selalu memberikan makan kepada orang-orang miskin dan anak yatim piatu, uang mereka masih tersisa untuk ditabung. Setelah kejadian itu semua, Kakek dan dan nenek hidup bahagia sampai akhir hayat mereka.
Gambarkanlah tokoh-tokoh yang akan digunakan sebagai alat peraga dalam dongeng di atas !
8. hal-hal apa saja yang harus kamu lakukan untuk menulis resensi dongeng di atas!
9. nilai-nilai kehidupan apakah yang diajarkan dalam dongeng tersebut!
10 . Apa konfliks yang dihadapi oleh tokoh utama?

No comments:

Post a Comment