Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran 2007

LOMBA KEBERHASILAN GURU DALAM PEMBELAJARAN TINGKAT NASIONAL 2007
UPAYA GURU DALAM PENCIPTAAN PEMBELAJARAN YANG INOVATIF NAMUN BELUM BANGKIT

Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan setiap tahun menyelenggarakan Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional, tahun ini final lomba tingkat nasional dilaksanakan pada tanggal 20 � 24 November 2007 bertempat di P4TK Sawangan Bojongsari Bogor Jawa Barat yang bertujuan sangat mulia yaitu meningkatkan guru yang profesional dan bermartabat. Lomba yang diadakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun PGRI atau menyambut penyelenggaraan Hari Guru tersebut sayangnya kurang peminat yang mengirimkan tulisannya. Tahun 2007 ini jumlah guru yang mengirimkan naskah sebanyak 1896 karya tulis. Jumlah tersebut tersebar dari seluruh penjuru nusantara. Artinya dari jutaan guru di nusantara tidak ada sepuluh persennya guru yang mau menulis. Ataukah publikasi lomba yang kurang? Atau guru merasa tidak mau dan mampu menulis? Dari jumlah tersebut terjaringlah 132 peserta finalis lomba yang akan memperebutkan pemenang lomba 1,2,3,dan 4 tiap jenjang dan tiap kelompok. Hal inilah yang menjadi pertanyaan mengelitik di tengah gencarnya pengumpulan portofolio sertifikasi ,guru kurang melihat peluang yang ditawarkan Depdiknas untuk meraih sebuah penghargaan tertinggi dalam bidangnya yaitu pembelajaran.
Tahun 2007 Provinsi DKI Jakarta yang bergelimang dengan prasaran dan sarana pembelajaran hanya menggolkan 7 finalis yang terbagi dari jenjang SMP satu orang finalis, SMA 3 orang finalis, SMK satu orang finalis, dan SLB dua orang finalis. Wahai kemana gerangan guru-guru Jakarta. Orang daerah menganggap sedikitnya finalis dari Jakarta karena guru-guru di Jakarta sudah merasa memiliki uang yang cukup dari Kesranya dan TPP yang didapat setiap bulan, sehingga malas untuk menulis. Mudah-mudahan bukan karena faktor tersebut. Kita patut mengacungkan jempol pada provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat yang hampir setiap tahun menymbang finalis puluhan, dan pulang tidak dengan tangan kosong, mereka membawa penghargaan nasional yang patut diperhitungkan.
Guru-guru Jakarta dan mungkin sebagian guru dari daerah yang belum pernah mengikuti lomba ini tidak mengetahui pelaksanaan lomba dan hadiah yang mereka terima. Hadiah dan uang saku sebagai imbal prestasi yang diberikan oleh pemerintah sungguh menggiurkan. Bayangkan saja dengan karya tulis yang dinyatakan masuk final dalam hal ini oleh Direktorat Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan memberikan imbal prestasi sebesar Rp 5.500.000, belum lagi finalis yang berasal dari daerah transportasi akan ditanggung sepenuhnya pulang pergi oleh pemerintah. Tidak itu sajaakomodasi, konsumsi,dan juga kesehatan finalis selama masa karantina menjadi jaminan panitia sepenuhnya. begitu spesial dan bermartabat sekali apa yang diterima oleh para finalis lomba. Apalagi bila kita pulang dengan predikat pemenang lomba, sertifikat yang ditandatangani khusus oleh Menteri Pendidikan Nasional Bapak Bambang Sudibyo, dan berkesempatan meraih hadiah uang tunai puluhan juta rupiah. Itu belum seberapa dibandingkan penghargaan untuk diundang secara khusus oleh pemerintah untuk menghadiri acara hari guru bersama Presiden Republik Indonesia, kapan lagi bertemu Presiden Republik Indonesia dengan khusus kalau tidak jadi finalis dan pemenangnya.
Selama masa karantina tiga hari para finalis diberi pembekalan mengenai pembelajaran oleh para pakar yang ahli dibidangnya, tahun 2007 ini Prof. Dr. Suharsimi Arikunto di tengah jadwalnya yang padat dan kesibukannya sebagai dosen luar biasa dihadirkan oleh panitia untuk memberikan pembekalan mengenai penelitian. Pembekalan yang diberikan pada para peserta membuka cakrawala dan memotivasi para guru yang sudah tentu usia muda untuk terus berkreasi, rasanya malu bila Prof. Dr. Suharsimi yang sudah tidak lagi muda masih bersemnagat menulis dan faktanya di ruang pembekalan beliau tahan berdiri untuk memberikan pembekalan dan seabrek pertanyaan dari para peserta. Dengan gaya mengajar yang mengayomi, beliau memotivasi para peserta untuk menciptakan sebuah tulisan sederhana pada saat itu.
Sebagai finalis Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional, kami juga berkesempatan berdialog dengan Bapak Menteri Pendidikan Nasional yang disiarkan secara langsung oleh TVRI Jakarta. Di TVRI ini juga diumumkan pemenang Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional. Pemenang lomba menerima hadiah langsung dari Bapak Menteri Pendidikan Nasional .Karya-karya kreatif dan inovatif guru setidaknya membuktikan bahwa pembelajarn itu dapat menyenangkan dan dapat dicarikan solusi pemecahan untuk memperoleh hasil maksimal dalam mengajar peserta didik dengan tingkah polah bermacam-macam.
Karya pemenang lomba diantaranya mengupas masalah penggunaan ICT di dalam pembelajaran, cara menangani anak didik yang kesulitan dalam mengerjakan soal matematika, terapi dengan herbarium untuk siswa yang pasif, serta karya kreatif finalis yang menggumpulkan hasil karya siswa dalam bentuk buku kecil. Namun, karya-karya pemenang lomba belum diedarkan ke sekolah-sekolah sehingga guru-guru yang ingin dan mau membaca hasil karya pemenang lomba tidak mengatahui karya terbaik tersebut.
Mungkin ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk memfasilitasi buku karya pemenang lomba, sehingga setiap tahun makin banyak guru-guru yang memiliki ide lebih kreatif dan inovatif yang dikirimkan ke panitia.tidak itu saja publikasi hendaknya dilaksanakan pada bulan Januari awal tahun melalui media massa nasional seperti televise swasta dan pemerintah, serta koran-koran terkemuka. Mudah-mudahan dengan makin banyaknya publikasi dapat menjangkau guru-guru yang ingin juga merasakan menjadi finalis lomba dan menikmati enaknya dalam waktu tiga hari bisa menjadi jutawan.
Penulis belum menjadi pemenang untuk tahun ini, namun menjadi finalis merupakan syukur penulis kepada Pencipta, karena penulis dapat memberikan sumbangsih yang walupun sedikit dapat penulis pergunakan sendiri ketika mengajar di sekolah. Tidak itu saja penulis merasakan berada di tengah komunitas yang sama yaitu guru, mengenal mereka dari tiap daerah dengan pengalaman yang berbeda menjadi pengalaman terindah dalam hidup ini. Ternyata teman-teman guru di tiap daerah punya problem berbeda menghadapi siswanya. Dengan bertukar pengalaman kami para peserta menjadi banyak masukan untuk terus memperbaiki pendidikan di Indonesia. Semoga pendidikan di Indonesia akan terus maju dengan banyaknya guru yang terus berprestasi dan mau untuk bersama memajukan pendidikan ini, semoga�..

Penulis adalah Finalis Lomba Keberhasilan Guru Tingkat Nasional tahun 2007
Nama : Dra. Seni Asiati
NIP : 132 137 160
Pangkat/Golongan : Penata Tk.I/ III.D
Jabatan : Guru Bahasa Indonesia
Unit Kerja : SMPN 266 Jakarta Utara
Jalan Cilincing Bhakti VI No. 29 Jakarta Utara
Telepon : 021 4402745
HP : 021 32044814

No comments:

Post a Comment